BAB IV

LUAS LINGKUP KEBIJAKAN SPMI

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Akper Yapenas 21 Maros adalah kegiatan sistemik dan sistematis di Akper Yapenas 21 Maros yang didorong oleh kebutuhan dan kesadaran internal (internally driven) untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di Akper Yapenas 21 Maros. SPMI diperlukan untuk menetapkan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan Tri Dharma di Akper Yapenas 21 Maros secara konsisten dan berkelanjutan.

Cakupan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah pada aspek Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan standar mutu perguruan tinggi. Program Penjaminan Mutu Akper Yapenas 21 Maros dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjamin: a) kepuasan pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), b) transparansi, c) efisiensi dan efektivitas, dan d) akuntabilitas pada penyelenggaraan Tri Dahrma pendidikan tinggi oleh Akper Yapenas 21 Maros .

Kebijakan SPMI mencakup semua aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi pada lingkup Akper, dengan fokus pada aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Fokus pada aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dimaksudkan sebagai langkah awal, dan secara bertahap fokus dari luas lingkup kebijakan SPMI akan dikembangkan sehingga mencakup aspek lain yang bukan kegiatan akademik, misalnya aspek sumber daya manusia, kerja sama dengan pihak eksternal, pengembangan sarana dan prasarana.

Kebijakan mutu meliputi bidang akademik dan non akademik.

a. Kebijakan Mutu Akademik

Kebijakan mutu akademik meliputi tiga bidang, yaitu bidang pendidikan, bidang penelitian dan bidang pengabadian kepada masyarakat.

1) Kebijakan Mutu Bidang Pendidikan antara lain:

a) Program studi yang diselenggarakan Akper Yapenas 21 Maros memiliki mutu secara nasional, dengan akreditasi dari BAN PT dan LAM PTKes;

b) Kurikulum yang diterapkan di lingkup Akper Yapenas 21 Maros yakni Kurikulum Perguruan Tinggi yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang memenuhi kriteria Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);

c) Metode pembelajaran di Akper Yapenas 21 Maros mengarah kepada metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.

2) Kebijakan Mutu Bidang Penelitian antara lain:

a) Penelitian Akper memenuhi standar penelitian nasional yang ditetapkan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti;

b) Penelitian yang berorentasi pada program penelitian unggulan Akper;

c) Penelitian berbasis output berupa publikasi dan produk;

d) Penelitian bebas dari Plagiasi/ Plagiatnisme.

3) Kebijakan Mutu Bidang Pengabdian kepada masyarakat antara lain:

a) Pengabdian kepada masyarakat memenuhi standar pengabdian nasional yang ditetapkan oleh Ditlitabmas Dirjen Dikti;

b) Pengabdian diorentasikan pada program binaan kepada masyarakat;

c) Pengabdian implementatif berbasis output: Publikasi HAKI dan Paten.

b. Kebijakan Mutu Non Akademik

1) Kebijakan Mutu Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, antara lain:

a) Pengembangan sumber daya manusia secara terarah dan terencana, b) Sertifikasi tenaga kependidikan sesuai dengan bidang tugasnya.

2) Kebijakan Mutu Bidang Kemahasiswaan, antara lain:

a) Masa studi mahasiswa tepat waktu menjadi 70%

b) Masa tunggu lulusan maksimum 6 bulan,

c) Peningkatan jumlah prestasi mahasiswa di tingkat nasional.